Mei 25, 2008
Dalam satu gerakan cepat, Damien menyibak kain merah dan semua penonton terpana. Sang asisten, seorang wanita muda, yang tadi duduk di bangku, hilang tanpa bekas. Padahal beberapa saat sebelumnya, sang asisten duduk di bangku itu disaksikan tiga ratus pasang mata penonton di studio.
Baca entri selengkapnya »
Tidak ada komentar » |
Uncategorized |
Permalink
Ditulis oleh aditiyo
Mei 25, 2008
SEBAGAI sebuah game strategy, Sins of a Solar Empire masuk dalam category 4X Games (eXplore, eXpand, eXploit, dan eXterminate). Istilah yang mulai popular ini merujuk pada game-game strategi dengan gameplay kompleks, di mana Anda dituntut untuk mengatur segala hal. Mulai dari mencari dan mengumpulkan resources, mengatur berbagai aspek micromanagement, membangun armada tempur, hingga memperluas wilayah dan menghancurkan kubu lawan. Umumnya, 4X Games mengambil model Turn-based, namun Iron Clad justru memilih model Real-Time game Sins of a Solar Empire.
Baca entri selengkapnya »
Tidak ada komentar » |
Uncategorized |
Permalink
Ditulis oleh aditiyo
Mei 25, 2008
SIAPKAN SKETSA BANGUNAN
Untuk membuat sebuah tampilan cetak biru yang sempurna, Anda membutuhkan foto sebuah gambar rancangan bangunan apa saja, atau bisa hanya sekadar coret-coretan Anda di atas kertas yang kemudian di-scan sebagai bahan kreasi Anda. Tentu Anda juga dapat memberi efek blueprint ini pada foto bangunan biasa, namun hasilnya akan kurang meyakinkan sebagai hasil cetak blueprint. Sketsa akan membuat garis-garis cetakan terlihat lebih nyata. Buka gambar yang telah Anda siapkan dari menu File-Open di Photoshop.
MENGABURKAN GAMBAR
Duplikasi gambar Background dengan mengklik menu Layer – Duplicate Layer. Beri nama Layer baru ini dengan nama Sketsa. Masuk ke Filter-Surface Blur untuk membuat gambar sketsa terlihat lebih kabur, ingat bahwa kita akan membuat sebuah hasil sketsa cetak biru, jadi sebaiknya goresan tidak dibuat jelas agar hasil akhir tidak menjadi terlalu tajam. Masukkan parameter berikut ke dalam field yang tersedia. Radius: 18; Threshold: 38 atau sesuaikan dengan gambar Anda, sehingga sketsa terlihat samar.
Baca entri selengkapnya »
Tidak ada komentar » |
Uncategorized |
Permalink
Ditulis oleh aditiyo
Mei 25, 2008
Hee Ah Lee memang luar biasa. Hanya mempunyai dua jari di tangan kanan dan dua jari di tangan kiri, remaja putri asal Korea Selatan ini mampu memainkan piano layaknya musisi dunia yang normal alias tidak cacat. Selain hanya mempunyai empat jari, “ketidaksempurnaan” Hee Ah Lee masih ditambah dengan kakinya yang pendek dan tidak mempunyai telapak kaki. Jadi, Hee Ah memang benar-benar anak ajaib, karena dia memainkan piano dengan tangan dan kaki yang tidak sempurna.
Di episode ini, kita akan benar-benar terperangah melihat perjuangan orang-orang yang terlahir dengan anggota tubuh yang tidak lengkap, tetapi mendapat karunia bakat bermain musik yang luar biasa. Sebagai orangtua, kita juga akan melihat bagaimana perjuangan seorang wanita yakni Woo Kap Sun, ibunda Hee Ah Lee yang mengajarkan kepada anaknya untuk berprestasi dan berguna walau kondisi tubuhnya tidak sempurna.
Baca entri selengkapnya »
Tidak ada komentar » |
Sosial |
Permalink
Ditulis oleh aditiyo
Mei 25, 2008
Usia tua memang identik dengan loyo, pikun dan tidak berguna. Anggapan itu memang tidak bisa disalahkan, karena sebagian penduduk Indonesia memang begitu adanya. Rata-rata hidup orang Indonesia sekitar 60 – 70 tahun. Nah kali ini Kick Andy akan menunjukkan bahwa anggapan itu tidak selamanya benar.
Ambil contoh Himawan Tedjomulyono. Prila asal Cimahi, Jawa Barat ini, diusianya yang 71 tahun, masih sering mendaki gunung. Bahkan baru-baru ini mencatat rekor MURI sebagai pendaki gunung tertua.
Baca entri selengkapnya »
Tidak ada komentar » |
Sosial |
Permalink
Ditulis oleh aditiyo
Mei 25, 2008
 |
| GENRE |
: Drama Roman/Percintaan |
| PEMAIN |
: Bunga Citra Lestari, Andhika Pratama |
| SUTRADARA |
: Rizal Mantovani |
| PENULIS NASKAH |
: Alim Sudio |
| PRODUSER |
: Ody Mulya Hidayat |
| RUMAH PRODUKSI |
: Maxima Pictures |
| DURASI |
: - |
| KLASIFIKASI PENONTON |
: Segala Umur |
| TANGGAL RILIS |
: 08 Mei 2008 |
|
SINOPSIS :
Stella, gadis cantik yang tinggal di Jakarta bersama kakaknya, Tasya, menjalin hubungan dengan Damian, putra mahkota keluarga Guntara, pemuda keren, ‘gaul’ dan bergelimang kemewahan. Sebagai pacar Damian, Stella adalah ratu pesta di kalangan jetset tersebut. Apalagi ketika Stella merasa frutasi dengan kehidupan keluarganya yang berantakan, membuat Stella memberontak dengan melarutkan diri dalam gaya hidup Damian, sekalipun Damian seringkali membohongi dirinya
Suatu hari Stella bertemu dengan Elang, seorang gitaris. Pertemuan demi pertemuan yang terjadi menumbuhkan simpati dan rasa cinta diantara mereka. Elang setuju bahwa ia menjadi orang ‘kedua’ bagi Stella. Hubungan tersebut ternyata diketahui oleh Damian, yang marah dan kemudian berusaha memisahkan mereka dengan segala cara. Elang pun memilih meninggalkan Stella demi cintanya. Namun kepergian Elang ternyata membuka mata Stella akan hal yang paling dicarinya dalam hidup selama ini. Apa yang dilakukan Stella?
Tidak ada komentar » |
Movie |
Permalink
Ditulis oleh aditiyo
Mei 25, 2008
Setelah mengawali tahun 2008 dengan komedi dewasa berbau sensual, Extra Large, maka Starvision meluncurkan komedi keduanya di tahun ini, The Tarix Jabrix. Kerjasama model baru dengan sutradara yang sedang melangit lewat Ayat Ayat Cinta, Hanung Bramantyo bersama Dapur Film Community-nya, maka terciptalah kelucuan-kelucuan yang mengalir dari skenario garapan trio penulis Hilman Mutasi, Reza Keling dan Sofyan Jambul.

Adegan wawancara sebelum pemotretan terhadap lima orang anak muda yang bergaya ala bikers memulai cerita ini. Salah satu dari mereka yang bergaya rambut layaknya Jim Carey dalam Ace Ventura menuturkan pengalamannya saat ingin bergabung dengan kelompok bikers “Road Devils”. Kelucuan pun tercipta saat sang Jim Carey yang ternyata bernama Caca Sutarya alias Cacing (Tria Chanchut) harus melalui tahapan tes masuk yang meliputi jambret tas, naik motor tanpa rem dan lampu malam-malam dan berkelahi, Cacing yang meskipun berwajah kriminal namun berhati mulia tidak sampai hati melakukan itu semua.
Hingga ia kemudian tergerak untuk mengajak kawan-kawannya, Mulyana Derajat alias Mulder ( Dipa Chanchut) orang Bandung yang besar di Medan, Dadang (Erick Chancut) anak pemilik bengkel motor Sugema yang percaya, bahwa hanya akte kelahiran-lah bukti otentik hubungan anak-bapak tersebut, serta si kembar tidak identik yang sedikit autis dan cenderung hiperaktif, Coki (Qibil Chanchut) dan Ciko (Alda Chanchut) untuk membuat geng motor sendiri.
Baca entri selengkapnya »
Tidak ada komentar » |
Movie |
Permalink
Ditulis oleh aditiyo