Yusril Ihza Mahendra bisa dikatakan sedang menantang arus. Di saat sejumlah artis menggeser profesinya menjadi politisi, maka Yusril yang politisi malah memilih untuk menjadi artis film. Dalam debut pertamanya ini ia bermain sebagai pemeran utama dalam film Laksamana Cheng Ho, sebuah film kolosal tentang kisah kejayaan seorang Laksamana dari jaman Dinasti Ming. Cheng Ho adalah seorang pelaut dan penjelajah tiongkok terkenal. Sedikitnya ia telah memimpin tujuh ekspedis ke wilayah Samudera Indonesia. Cheng Ho juga dikenal sebagai penjelajah dengan armada kapal terbanyak sepanjang sejarah dunia. Bayangkan, ia memimpin armada yang terdiri dari 27.000 anak buah kapal dan 307 armada kapal laut, yang terdiri dari kapal besar dan kecil. Ekspedisi itu berlangsung dalam kurun waktu 28 tahun lamanya, yakni antara tahun 1406 sampai tahun 1434 Masehi. Syuting film kolosal ini dilakukan di berbagai negara di Asia termasuk Indonesia. Pembuatan film ini ditangani secara professional, dengan tingkat akurasi kesejarahan yang tinggi, melibatkan professor ahli sejarah Dinasti Ming dari Universitas Beijing. “Pembuatan Reflika kapal dan kostum merupakan hasil diskusi dengan ahli sejarah,” kata Tossy, produser eksekutif fim ini. Mengapa seorang Yusril terpilih menjadi pemeran utama film ini? ”Pada awalnya saya hanya diminta untuk memberikan revisi skenario beberapa orang. Lalu saya diminta ikut main, tapi waktu itu saya masih Mensesneg. Setelah keluar dari Kabinet akhirnya saya mau,” kata Yusril yang mengaku tak mendapat bayaran untuk perannya ini. Untuk persiapannya sebagai pemain film, Yusril mengaku harus berbulan-bulan menempuh berbagai latihan, mulai latihan berakting sampai berlatih kembali kungfu. ” Saya juga harus berlatih olahraga lari tiga sampai empat kali seminggu sejauh delapan kilometer,” kata mantan Menseneg ini. Selain Yusril, mantan menteri Pembangunan Daerah Tertinggal, Syaifullah Yusuf ikut bermain di film ini. Gus Ipul, panggilan Syaifullah, memerankan tokoh Raja Majapahit, Prabu Wikramawardhana. Selain itu tampil pula, aktor senior Slamet Rahardjo Djarot yang berperan sebagai Raja Blambangan, Bhre Kertabumi, dan Nurul Arifin sebagai Istri Bhre Kertabumi. Bagaimana akting Yusril dalam film ini? Bagaimana dengan tuduhan bahwa film ini akan menjadi kendaraan politik bagi Yusril menuju 2009? Temukan jawabannya di Kick Andy. Film kolosal ini akan tayang di Metro TV setiap hari Sabtu, mulai 16 Agutus 2008.
coba edit coment link image jpg
coba lagi
http://atabarlian.files.wordpress.com/2008/10/di-slg.jpg