ADA ASA DALAM NADA

25 05 2008

Hee Ah Lee memang luar biasa. Hanya mempunyai dua jari di tangan kanan dan dua jari di tangan kiri, remaja putri asal Korea Selatan ini mampu memainkan piano layaknya musisi dunia yang normal alias tidak cacat. Selain hanya mempunyai empat jari, “ketidaksempurnaan” Hee Ah Lee masih ditambah dengan kakinya yang pendek dan tidak mempunyai telapak kaki. Jadi, Hee Ah memang benar-benar anak ajaib, karena dia memainkan piano dengan tangan dan kaki yang tidak sempurna.

Di episode ini, kita akan benar-benar terperangah melihat perjuangan orang-orang yang terlahir dengan anggota tubuh yang tidak lengkap, tetapi mendapat karunia bakat bermain musik yang luar biasa. Sebagai orangtua, kita juga akan melihat bagaimana perjuangan seorang wanita yakni Woo Kap Sun, ibunda Hee Ah Lee yang mengajarkan kepada anaknya untuk berprestasi dan berguna walau kondisi tubuhnya tidak sempurna.

Baca entri selengkapnya »





EKSIS SAMPAI AKHIR

25 05 2008
Usia tua memang identik dengan loyo, pikun dan tidak berguna. Anggapan itu memang tidak bisa disalahkan, karena sebagian penduduk Indonesia memang begitu adanya. Rata-rata hidup orang Indonesia sekitar 60 – 70 tahun. Nah kali ini Kick Andy akan menunjukkan bahwa anggapan itu tidak selamanya benar.

Ambil contoh Himawan Tedjomulyono. Prila asal Cimahi, Jawa Barat ini, diusianya yang 71 tahun, masih sering mendaki gunung. Bahkan baru-baru ini mencatat rekor MURI sebagai pendaki gunung tertua.

Baca entri selengkapnya »





SEPOTONG KAKI, SEJUTA HARAPAN

25 05 2008

“Saya mau tanya alamat lengkap Bp. Sugeng pembuat, kaki palsu yg ditayangkan 2 minggu lalu krn saya baru amputasi 1 minggu lalu krn kecelakaan.”

Bp.SugengDemikian salah satu komentar sederhana yang kami baca di web site www.aditiyo.wordpress.com, dua minggu setelah episode ”Berbagi Dalam Keterbatasan” tayang tanggal 14 April lalu. Pengirimnya, Harry Priyanto seorang pemirsa asal Pamulang, Jakarta Selatan, yang mengaku sangat terinspirasi oleh kehadiran Sugeng Siswoyudhono di Kick Andy.

Perjalanan hidup Harry ternyata tak sesederhana komentarnya. Harry adalah korban kecelakaan lalu lintas di tahun 2005. Selama 2,5 tahun kaki kanannya yang remuk dipertahankan dengan bantuan sejumlah pen. Ia bertahan untuk tidak menjalankan amputasi, walau harus sering menahan sakit, akibat kondisi kakinya yang tak juga membaik.

Keputusannya berubah setelah melihat tayangan Sugeng di Metro TV. ”Saya melihat dia itu pakai kaki palsu tapi terlihat gembira dan menikmati hidupnya betul-betul,” ujar Harry.

Sugeng benar-benar telah menginspirasinya, sehingga Harry pun akhirnya mengambil keputusan untuk mengamputasi kaki kanannya. ”Kini saya menjadi penuh semangat dan rasanya seperti lahir kembali,” katanya.

Baca entri selengkapnya »